Rich Without Risk

Click here to edit subtitle

Andy Gunawan
Kerja Keras Takkan Mengkhianati Kita

Andy Gunawan, seorang pemuda yang berasal dari Pontianak. Sama seperti jutaan pemuda lain di Indonesia, beliau merantau ke Jakarta dengan semangat untuk memperbaiki nasib dan menjemput impian besarnya. 


Di ibukota, lulusan Desain Komunikasi Visual dari Universitas Pelita Harapan Jakarta ini sempat mengecap profesi sebagai fotografer dan desainer grafis selama kurang lebih empat tahun. Hal ini terjadi sebelum akhirnya Andreas Gunawan, teman karibnya di kampung halaman, mengajaknya menjalankan Talk Fusion dengan serius.


Pada bulan November 2012 Andy diajak bertemu oleh sahabat masa kecilnya itu. Andreas menceritakan kepada Andy jika beliau sedang menjalankan bisnis baru dan Andy tertarik dengan cerita Andreas. Singkat cerita, mereka pun kopi darat.

Namun, setelah mendengar presentasi Andreas, Andy agak kecewa. Andy saat itu sangat sensitif dengan hal-hal yang berbau MLM. Sejak dulu teman-temannya sering menawarkan MLM kepadanya dan tidak satu pun yang berhasil! Celakanya lagi, adiknya pernah tertipu sebanyak Rp50juta setelah masuk ke sebuah perusahaan money game yang berkedok MLM. Tidak mau kecolongan lagi, “Saya bilang tidak mau bergabung dengan Talk Fusion. Tidak, terima kasih,” kenangnya.

Namun, suatu malam Andy tiba-tiba dijemput langsung oleh Andreas, beliau ‘diculik’ untuk menghadiri pertemuan di lokasi terdekat. Karena merasa tidak enak untuk menolak maka mau tak mau Andy berangkat juga.


Ternyata apa yang dilihatnya di pertemuan itu sama sekali tidak mengecewakan. Talk Fusion tidaklah seburuk yang beliau sangka sebelumnya. “Di sana, saya melihat lebih jelas mengenai paradigma, produk, peluang, dan potensi dari Talk Fusion,” ujar Andy.

Singkat cerita, Andy pun memutuskan untuk bergabung di Talk Fusion. Selama ini beliau selalu meyakini slogan, “Do something today that your future self will thank you for.” Itu yang membuatnya mantap melangkah maju merangkul peluang ini.

Hal yang membuat Andy sangat antusias adalah ternyata secara mengejutkan beliau bisa mendapatkan dua downline dalam tempo kurang dari 24 jam! Praktis, saat itu Andy langsung dapat merasakan besarnya bonus dari Talk Fusion. Andy merupakan sosok tangguh tidak mau berhenti di situ saja. Setelah menekuni bisnis Talk Fusion selama seminggu, beliau telah mencapai rank 1 Star dan melihat potensi dari bisnis ini. Saat itu perasaan bersemangat dan percaya diri yang berapi-api berkobar dalam diri pria asal Kalimantan ini. Dengan bangga, Andy menuturkan, “Ketika baru bergabung, ekspetasi saya hanya income jutaan hingga Rp10juta per bulan. Tapi apa faktanya? Dalam tiga bulan pertama justru sudah dapat membeli mobil BMW pertama saya. Setengah tahun kemudian saya membeli mobil BMW seri terbaru lagi.”


Selain itu, Andy juga tak mau ketinggalan dengan senior-seniornya di Talk Fusion. Beliau membeli sebuah apartemen di Jakarta dari hasil kerja kerasnya di Talk Fusion. Beliau juga mengajak orang tuanya jalan-jalan ke luar negeri. Walaupun dia tahu kalau orang tuanya sebenarnya mampu untuk melancong sendiri ke manca negara, Andy merasa bangga bisa memberikan sesuatu dari hasil kerja beliau.


Saat ini jaringan Andy semakin menggurita, beliau telah memiliki grup di Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Medan, Manado, Bali, Ambon dan lain-lain. “Ada juga yang di luar negeri, karena ini adalah bisnis online sehingga memudahkan kita untuk berekspansi ke negara mana pun tanpa batasan geografis.”

Saat ini, impiannya adalah merasakan kebebasan waktu dan finansial untuk dapat berkeliling dunia. “Saya kira menyenangkan kalau kita bisa melihat dan menikmati indahnya setiap negara di dunia ini. Tapi tentu saja sambil tetap menghasilkan residual income setiap saat tanpa henti. Sungguh, menyenangkan sekali.” Namun jangan salah, sebagaimana orang-orang sukses lainnya, Andy tidak bergantung pada keberuntungan. Sebab, keberuntungan tidak akan datang setiap saat. Sebaliknya, Andy sangat menyakini akan hasil dari kerja keras Hal inilah yang membuat Andy di masa-masa awal membangun tim berjuang tak kenal menyerah. Pada bulan-bulan pertama, “Saya selalu pulang rumah sekitar jam tiga subuh untuk bekerja dengan sistem. Presentasi, pertemuan, meeting dengan grup, dan seterusnya.” Hasilnya? Seperti disebutkan sebelumnya, sangat sebanding dengan keringat yang menetes. “Kerja keras tidak akan mengkhianati kita!” ucap pria kelahiran 31 Juli 1988 ini penuh keyakinan.

Di Talk Fusion, Andy juga merasa beruntung karena mendapatkan banyak sahabat baru dari berbagai latar belakang dan usia. Menariknya, “Di sini, kita berpartner. Bukan sebagai atasan dan bawahan. Hal ini rasanya tidak mungkin bisa saya peroleh di bisnis saya sebelumnya.”