Rich Without Risk

Click here to edit subtitle

Camelia Shabrina Octavira
Darwis Triadi School of Photography Menggunakan Talk Fusion

Cantik, muda, smart, enerjik, berwawasan bisnis adalah yang terlihat ketika pertama kali berjumpa dengan profesional muda ini. Beliau memilih universitas berbasis bisnis di Universitas Ciputra Surabaya. Setelah menyelesaikan pendidikan desain komunikasi visual maka tak heran jika saat ini beliau menjalankan bisnis yang dekat dengan dunia tersebut. Beliau telah bergabung di Talk Fusion sejak bulan puasa 2013, saat ini, Ibu Vira memiliki bisnis sebagai berikut:

  • Wakil Kepala Darwis Triadi School of Photography 
  • Pemilik Franchise Alfamart di Jl. Kertajaya Surabaya
  • Pemilik Kiky’s Chicken 
  • Caleg DPR Provinsi Jawa Timur 2014

Berikut adalah perbincangan kami bersama beliau di sela-sela waktunya yang padat :

 

Bagaimana awalnya Anda bisa mengenal Talk Fusion?

Pada awalnya ada seorang ibu teman dari mama saya yang sedang menjelaskan tentang Talk Fusion. Begitu saya melihat produknya saya tertarik saat itu juga, saya merasa ini akan sangat cocok untuk promo sekolah foto Darwis Triadi yang saya pimpin. Saya mempunyai pemikiran bahwa sekarang adalah era digital, untuk memotret pun sekarang sudah menggunakan kamera digital, jadi untuk promosi haruslah menggunakan media digital. Saya menggunakan video email dan video newsletter untuk berhubungan dengan para murid kami.

 

Kapan pertama kali Anda datang ke pertemuan Talk Fusion?

(sambil tertawa kecil) “Awalnya saya harus didorong-dorong untuk datang, sebab saya ini kan juga calon legisatif jadi saya harus berkunjung ke daerah pemilihan untuk sosialisasi dan bertemu banyak orang untuk kepentingan pemilihan nantinya.”, ungkapnya. Setelah saya hadir saya mengambil kesimpulan setiap orang yang sudah join harus dating ke acara BOP dan jika seseorang ingin cepat terpacu menjadi Diamond maka harus datang ke acara BBO.

 

Menurut ibu apa perbedaan komunitas VTRUST dengan komunitas lain yang ibu geluti?

Saya ini masih termasuk orang muda dan di komunitas VTRUST ini rentang umurnya luas, mulai anak sekolah yang muda dan gaul sampai yang seumuran dengan orang tua kita. Di sini saya melihat semua berkumpul bersama untuk belajar dan melakukan kegiatan positif. Di sini kita juga diberikan pembekalan untuk menjalankan usaha ini, hal ini membuat semua orang bisa menjalankan bisnis Talk Fusion. Saya dengan latar belakang ibu rumah tangga sangat terbantu dengan adanya komunitas ini.

 

Memangnya kenapa dengan Ibu rumah tangga?

Jadi seperti yang saya sampaikan tadi, yang mempresentasikan kepada saya di awal adalah ibu-ibu yang gaptek, tapi pada waktu dia menjelaskan tentang produk Talk Fusion saya langsung bisa mengerti. Saya juga merasa heran, ibu-ibu yang mengaku gaptek tetapi mereka lancar sekali menggunakan video email dan video newsletter. Talk Fusion ini future product yang nantinya akan dibutuhkan semua orang. Banyak orang yang mulanya anti MLM tetapi pandangannya mulai berubah begitu mereka bertemu Talk Fusion.

 

Bagaimana penggunaan produk Talk Fusion untuk sekolah Darwis Triadi?

Saya mengirim video email dan video newsletter kepada murid-murid saya, dari situ saya bisa mengetahui seberapa besar minat mereka dan setelah itu saya mulai mengajak mereka untuk chat.

Yang istimewa saya mendapat pemberitahuan secara real time pada saat mereka membuka email yang saya kirimkan, hal ini menjadi nilai tambah untuk produk Talk Fusion.

Melalui video-video yang saya kirim, masyarakat juga menjadi mengerti jika Pak Darwis Triadi sendiri yang mengajar di sekolah ini.

 

Dulu ibu anti MLM, tapi sekarang sangat berminat dengan MLM bisa diceritakan apa yang menjadi pennyebabnya?

INSTANT PAY!!! Tidak ada bisnis di dunia ini yang memiliki sistem pembayaran secepat ini. Saya bekerja dan mendapatkan gaji bulanan, misalkan saya mendapat murid baru tidak mungkin saat itu juga saya menerima gaji saya, saya harus menunggu hingga akhir bulan untuk bisa mengambil gaji saya.

 

Menurut pandangan ibu bagaimana jika bisnis Talk Fusion dibandingkan dengan Franchise mini market yang ibu miliki ?

Talk Fusion sangat bertolak belakang dengan bisnis franchise mini market yang saya miliki.

Untuk membeli sebuah franchise diperlukan modal yang sangat besar serta perlu pemilihan lokasi yang strategis, dari segi balik modal untuk sebuah franchise diperlukan setidaknya 2,5 sampai 3 tahun, sedangkan di Talk Fusion kita hanya perlu mengeluarkan modal yang sangat kecil sekali dan untuk balik modal tergantung dengan kinerja kita. Jika kita ingin balik modal dengan cepat maka kita hanya perlu melakukan presentasi lebih banyak saja.

 

Apa sebenarnya yang ingin ibu dapatkan dengan menjalankan Talk Fusion?

“I want to be my Dad! Only that.”  Papa saya itu orangnya suka membantu orang. Jika ada saudara yang belum Umroh, maka papa saya membantu untuk umrah. Saya ingin menjadi seperti ayah saya dan melalui Talk Fusion saya melihat saya mampu memberi lebih banyak.

 

“Kalau kita jalan – serius, Uang pasti gulung. – Octavirao