Rich Without Risk

Click here to edit subtitle

Daniel Poernomo & Fenny Kumala Halim

Pasangan Pengusaha Impikan Monster House

Kunci sukses membangun rumah tangga dijalani pasangan Daniel Poernomo dan Fenny Kumala Halim. Keduanya sebagai pengusaha sukses yang memiliki dua perusahaan berbeda, namun memandang Talk Fusion sebagai bisnis peluang usaha yang menarik serta menjanjikan. Keduanya merasa kehidupan rumah tangganya berubah lebih bergairah dan makin positif sejak serius menjalankan Talk Fusion. 


Memandang Talk Fusion Sebagai Peluang Usaha Jitu

Melihat bagaimana setianya Fenny Kumala Halim menunggu Daniel Poernomo beraktivitas, bagai dua insan tak terpisahkan. Keduanya memilih duduk berdampingan mengikuti acara Vtrust. Bahkan ketika berbincang bersama Tim Rich Without Risk, keduanya nampak kompak dalam satu kalimat. Daniel Poernomo Halim mengawali cerita tentang dirinya.

“Saya terlahir dari sebuah keluarga menengah. Masa kecil hingga dewasa, saya lalui sewajarnya anak-anak pada umumnya. Kedua orangtua saya menanamkan kemandirian sehingga saya menjadi pengusaha.” tutur pria berkacamata ini.


Daniel Poernomo seorang pengusaha yang memiliki usaha di bidang kaca pengaman untuk bangunan. Pabrik yang didirikan beliau berada di Jalan Gunung Gangsir, Pandaan. Dari pengalaman berbisnisnya terlihat beliau memiliki kebijakan dan cara pandang yang positif terhadap orang lain. Tak mengherankan saat Bapak Mintohardjo, rekan bisnisnya mengajak bergabung dengan Talk Fusion pada 2014, disambut dengan antusias.


“Saya langsung tertarik begitu mendengar penjelasan mengenai Talk Fusion, karena kok ada sih bisnis IT dijalankan dengan Multi Level. Pikiran saya positif saat itu, karena saya ingin mengetahui bagaimana cara kerjanya.” ujar beliau jujur.

Kemudian Bapak Mintohardjo mempertemukan beliau dengan Bapak Ferdinad Jonas untuk dipresentasi. Mendengar penjelasan Bapak Ferdinand Jonas, beliau makin tertarik dan terheran-heran. “Bisnis Talk Fusion tidak bisa disamakan dengan bisnis saya. Jika dalam bisnis saya biasanya orang datang karena membutuhkan barang tersebut. Sedangkan di Talk Fusion, kami menemui orang untuk menawarkan peluang usaha. Talk Fusion membuka pemikiran dan wawasan orang tentang IT. Menurut saya sangat brilian.” ungkap beliau dengan wajah serius.


Ketika menjalankan bisnis Talk Fusion, beliau menceritakan banyak teman yang menerima maupun menolak. Namun keluarga besarnya menerima secara netral dan tidak menganggap Talk Fusion negatif. Beliau mengakui dapat membagi waktu antara menjalankan bisnis TF dan bisnis pribadinya yang dibangun sejak lama.

Bersama istri tercinta, mereka berdua saling membagi waktu dalam keseharian. Bila beliau melakukan presentasi, maka sang istri tinggal di rumah bersama anak-anak, demikian sebaliknya. Dan pada akhir pekan keduanya memprioritaskan mengajak anak-anak bermain ke mall.


Beliau menganggap bisnis Talk Fusion dan Vtrust sangat menarik dan positif. Di lingkungan lain, beliau sering mendengar keluh kesah orang tentang berbagai hal dalam kehidupan. Hal yang berbeda beliau temui ketika berada di lingkungan Vtrust, di lingkungan Vtrust beliau mengaku menemui banyak orang yang penuh semangat dan pantang menyerah. Beliau beranggapan bahwa yang menolak Talk Fusion hanyalah orang sombong yang beralasan tak masuk akal.


Meskipun menjalankan bisnis Talk Fusion dalam waktu singkat, banyak yang telah beliau peroleh secara materi maupun dari segi pembelajaran. “Bagi saya ketika awal join dengan Talk Fusion, saya ingin mengajak banyak orang ke pertemuan Diamond Days. Pada Desember 2014, keinginan saya terwujud, saya dapat membawa dua tim. Lalu pada pertemuan berikutnya saya mengajak lebih banyak orang lagi, itu sudah saya wujudkan.” jelas beliau dengan senyum optimis.


Namun ketika ditanya apa impian terliarnya, dengan rasa percaya diri beliau ingin membangun monster house. Rumah tersebut bukanlah bangunan biasa, karena memakan biaya ratusan milyar. Menurut beliau, tak mudah dipercaya bila bisnis Talk Fusion bermodal kecil mampu mewujudkan impiannya.

“Bisnis Talk Fusion itu tidak masuk akal tapi nyata. Monster house seharga milyaran yang saya idamankan nantinya dari hasil modal hanya 25 Juta Rupiah saja. Tidak masuk akal bukan? Tapi untuk meraih semua itu membutuhkan kerja keras di Talk Fusion. Orang yang menolak kita tidak penting, karena mereka tidak ingat dengan perbuatannya. Mengapa harus pusing memikirkan mereka. Tetap semangat.” pesan beliau dengan bijak.


Keinginan yang Tertunda Harus Terwujud

Perempuan cantik berambut panjang nan anggun, terdiam tatkala mendengarkan sang suami berbicara. Ketika Daniel Poernomo menyelesaikan ceritanya, Fenny Kumala Halim berganti mengisahkan hidupnya dan bisnis Talk Fusion yang dijalani. Lulusan arsitek ini mengungkapkan semasa kecilnya banyak hal menarik yang dialami. Namun hanya satu yang belum diwujudkan yakni bepergian ke luar negeri. Ayah dan Bundanya menganggap beliau terlalu kecil sehingga tak perlu mengajaknya ke luar negeri. Namun Fenny kecil bertekad dan bercita-cita kelak dewasa harus bisa keliling dunia menginjakkan kaki melihat keindahan negara lain. “Saya harus mewujudkan mimpi ini di Talk Fusion.” tutur pengusaha impor pemilik usaha interior yang menyuplai ke banyak toko ini.


Perkenalan dengan Talk Fusion lewat suami dan Bapak Mintohardjo diakui menambah wawasan beliau. Bapak Mintohardjo mengajak beliau dan suami ke pertemuan Talk Fusion yang kemudian dipresentasi Bapak Ferdinand Jonas. Bulan Mei, beliau menyatakan bergabung. Ketika pertama kali bergabung dengan Talk Fusion, beliau dengan jujur mengatakan hanya tertarik Dollar. Walau latar belakangnya sebagai desainer interior, tak membuat bimbang menjalankan bisnis Talk Fusion.

“Yang membuat saya yakin dengan Talk Fusion, karena kartu prabayar Talk Fusion dikeluarkan oleh Bancorp yang reputasinya tidak perlu diragukan lagi. Saya ini perempuan gaptek yang tidak tahu IT, pekerjaan saya yang konvensional membutuhkan waktu dalam pembayaran, tapi di Talk Fusion sangat berbeda, pembayaran komisi hanya memerlukan waktu 3 menit saja.” tuturnya kagum.


Ketika menjalankan bisnis Talk Fusion hampir seluruh keluarganya besarnya mendukung. Hanya teman-teman beliau ada yang memandang positif dan negatif saat dipresentasi. Prinsip beliau yang terpenting adalah dirinya menjadi magnet positif bagi orang lain. Beliau percaya jika suatu saat yang negatif akan berubah menjadi positif. Bersama suami saling support membagi waktu semaksimal mungkin antara pekerjaan pribadi, keluarga, dan bisnis Talk Fusion.

Beliau bersyukur selama menjalankan bisnis Talk Fusion, mereka banyak bertemu orang dengan berbagai macam latar belakang. Penolakan terburuk pernah beliau rasakan tatkala tante beserta keluarganya sedang dipresentasi lalu pergi meninggalkannya tanpa mengajak berbicara. Beliau menganggap kejadian tersebut sebagai proses pembelajaran. Karena ketika kita menjalankan Talk Fusion, selain income kita juga mendapatkan banyak pembelajaran mental yang nantinya akan membentuk karakter kita menjadi leader sejati.


Bersama Talk Fusion pula impiannya mengais dollar terwujud. “Impian saya yang lain bersama suami memiliki monster house. Saya mendukung sekali, karena saya seorang arsitek.” ujarnya tersenyum.